Halaman

Selasa, 29 Desember 2009

PROYEK BURUK DISEMBUYIKAN-KAH

Komisi C diajak Tinjau Proyek Fisik 2009

Ditunjukkan Proyek yang Baik

 

BLORA, SR – Untuk memastikan sejumlah proyek fisik yang dikerjakan dengan anggaran 2009 berjalan dengan baik, anggota Komisi C (Pembangunan) DPRD Blora di ajak oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Blora dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) melihat sejumlah proyek fisik yang dilaksanakan oleh dua dinas tersebut, Selasa (15/12).

 

Komisi C dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Bambang Priyono dan didampingi  sejumlah pejabat dari DPU dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Suwignyo, namun sayang lokasi proyek yang diperlihatkan merupakan proyek yang pengerjaannya ‘bagus’ sehingga anggota Komisi C tidak banyak menemukan kejanggalan yang berarti.

 

TINJAU PROYEK : Nampak sejumlah anggota Komisi C DPRD Blora, saat melihat proyek fisik jalan yang dikerjakan tahun anggaran 2009. (Foto:Gie/SR)


Proyek fisik yang dilihat terutama proyek pemeliharaan berkala  jalan Desa Kajangan-Growong senilai Rp 311 juta, 2,5 m x 829 m yang di kerjakan oleh CV Ansa Putra calsa. Kemudian juga jalan di Desa Tamanrejo senilai Rp 400 juta, Pembangunan pasar Desa Tamanrejo sebanyak tujuh unit ruko senilai Rp 150 yang di biayai dengan dana PNPM serta proyek normalisasi kali Tambak Ampel di Desa Tambahrejo Kecamatan Tunjungan senilai Rp 168 juta.

 

“Dari proyek yang di kunjungi semuanya bisa dikatakan baik dalam pelaksanaannya, namun demikian kami akan tetap melihat proyek lainnya sebab banyak masukan dari masyarakat ada beberapa proyek yang pengerjaannya buruk, dalam waktu dekat ini jelas akan kami lihat,” ungkap Wakil Ketua Komisi C Bambang Priyono, Selasa (15/12).

 

Kartini salah satu anggota Komisi C melihat, pengerjaan yang jalan di Desa Tamanrejo sebebarnya sudah bagus, namun sangat minim aspal yang digunakan sehingga kurang melekat. “Aspalnya kelihatanya kurang, sehingga banyak yang tidak menempel,” ujarnya anggota dewan dari PDIP ini.

 

Senada dengan Kartini anggota Komisi C lainnya, Bakoh Santoso mengaku akan melihat sejumlah proyek lainnya, sebab menurutnya masih banyak proyek yang sebenarnya pengerjaanya buruk, namun belum sempat dilihat, karena yang diperlihatkan hanya proyek yang baik.

 

“Lain waktu jelas, sejumlah proyek yang kualitasnya jelak akan kami lihat,” kata Bakoh Santoso. (Gie)

Jumat, 25 Desember 2009

Janji Ketua DPRD Blora

80-an Ranperda Optimis Selesai – Penetapan APBD Januari 2010


BLORA, SR- Ternyata DPRD Periode lalu (1999=2004) masih menyisakan sekitar 80 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang belum ditetapkan.


Hal itu dikatakan ketua DPRD Blora HM Kusnanto saat konfrensi Pers yang digagas Diskominfo di Jiken minggu lalu. Konfrensi Per situ sendiri dihadiri sekitar 45 wartawan Blora baik dari wartawan media cetak ataupun media elektronik dengan narasumber Bupati Blora Yudhi Sancoyo dan Kusnanto.


Menurut Ketua DPRD periode 2009-2014 Ranperda tersebut belum terselesaikan karena berakhirnya masa bakti anggota DPRD lalu.


Untuk itulah dia mengaku bersama seluruh anggota DPRD periode ini akan semaksimal mungkin menyelesaikan sisa ranperda yang belum dibahas tersebut.


Hal ini karena ranperda yang telah diajukan eksekutif dinilainya merupakan hal yang akan banyak membantu meningkatkan perekonomian rakyat Blora.


“Pembahasan ranperda kali prioritas yang bermanfaat bagi peningkatan taraf hidup rakyat dulu, sehingga dapat secepat mungkin bermanfaat bagi rakyat,” kata Kusnanto.


Sedang unuk masalah APBD dirinya dihadapan para wartawan, tetap optimis akan terselesaikan pada Januari tahun depan. Karena KUA PPAS diserahkan pemkab kepada DPRD pada akhir bulan lalu saat ini telah dalam tahap pembahasan.


Kusnanto mengatkan hal itu karena dirinya beserta anggota DPRD telah mengadakan komitmenbersama untuk membuat perubahan di lembaga yang dia pimpin.


“Karena, selama ini masyarakat menilai lembaga dewan selalu terlambat menetapkan APBD, Tahun ini kami optimis bisa ditetapkan awal tahun 2010, dan Bupati tidak akan berdiri lagi pada Musrenbangnas karena keterlambatan pengesahan APBD,” janji Kusnanto.


Kata ketua DPRD Blora yang juga mantan Kades Jiken ini, juga menjelaskan pihaknya akan membahas draf kebijakan umum anggaran (KUA) dan plafon priorotas anggaran sementara (PPAS) RAPBD 2010 dengan cepat. Waktu selama dua bulan dipatok bisa menyelesaikan APBD tersebut. KUA PPAS itu.


''Kami akan langsung membahasnya dan kami tidak akan menunda-nunda pekerjaan ini,'' tambahnya.


Akan tetapi Dia mengaku belum memberikan gambaran kondisi RAPBD 2010 sesuai draf di KUA da PPAS tersebut. Karena itu, dia berharap para anggota dewan juga diminta konsisten untuk menjalankan tugasnya melakukan pembahasan itu.


''Kalau kita bisa mengesahkan APBD tiap awal tahun, waktu kita longgar. Sehingga kualitas pembangunan juga bisa bagus, karena dikerjakan tidak dengan terburu-buru,'' ungkapnya.


Sementara Bupati Blora, Yudhi Sancoyo dalam orasinya menekankan pentingnya peran Pers dalam membantu dan mengontrol jalannya pembahasan APBD sampai penetapan agar dapat ditetapkan awal tahun.


Disamping itu Bupati Blora ke 26 ini membantah bajwa penetapan APBD awal tahun bukan semata-mata untuk kampanye dirinya yang akan maju sebagai incumbent pada pilbup mendatang.


“Disini saya tekankan bahwa penetapan APBD awal tahun, bukan karena akan saya gunakan untuk kampanye, yang utama adalah agar sesegera mungkin rakyat dapat nikmati pembangunan yang bersumber dari APBD,” iegas Yudhi.


Terpisah Direktur LSM Jati Bumi Tejo Prabowo Menyambut baik apa yang dikomitmenkan Kusnanto dan anggota dewan lainnya. Kami selalu dukung langkah dewan dan bila APBD sebagaian besar untuk kesejahteraan rakyat Blora.


“Namun bila pelaksanaan anggaran pembangunan yang diperuntukan rakyat ternyata meleceng dari ril nya, kami lah yang pertama akan membawa kasus ini ke kancah hukum,” tandas Tejo. (Roes)

Rabu, 23 Desember 2009

PROYEK & PENETAOAN APBD 2009

RM. Yudhi Sancoyo (Bupati Blora)

Penyebabnya Terlambat Penetapan APBD


BLORA, SR- Setelah meminta agar insa Pers Blora untuk juga membantu Pemkab dalam fungsi kontrol melalui pemberitaan khusunya dalam pelaksanaan APBD, Bupati Blora meminta agar Para wartawan bekerja secara professional. Artinya pemberitaan hruslah seimbang dalam penulisanyan.

     

Saat dinya wartawan tentang adanya beberapa permasalahan proyek pada anggaran tahun ini, Yudhi menjawab Akibat terlambatnya penetapan APBD. Bupati Blora juga mengakui adanya kesalahan prosedur dalam penunjukan konsultan pengawas proyek Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Blora. Untuk itu, Bupati akan memberi sanksi administratif berupa teguran kepada DPU Blora.

     

"Saya tidak menemukan indikasi dugaan korupsi dalam kasus tersebut. Yang ada hanyalah kesalahan prosedur penunjukan yang masuk dalam ranah pelanggaran administratif," kata Yudhi di Blora, Kamis (10/12).

     

Pernyataan itu terkait kasus penunjukan konsultan pengawas proyek yang diungkap Koalisi LSM Blora. Bahwa penunjukan itu tidak sesuai prosedur karena dilakukan pada saat proyek sudah berjalan, bahkan nyaris rampung. Koalisi LSM tersebut meminta Kepolisian Resor Blora mengusut kasus yang berpotensi sebagai tindak pidana korupsi. Para konsultan pengawas yang menerima "amplop" berisi kertas bertuliskan nama proyek dan besaran jasa pengawasan dinilai tidak akan bekerja optimal.

      Menurut Yudhi, kasus itu tidak terlepas dari keterlambatan penetapan APBD 2009, yaitu pada akhir Juni 2009. Akibatnya, seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) panik.


"Kerja pemerintahan tidak beraturan karena pelaksanaan pembangunan sangat mepet. Terjadilah fenomena semacam itu. Padahal, seharusnya itu dapat dihindari," kata Yudhi.(Roes)

Senin, 21 Desember 2009

Penyebab GAGALnya Kontrak Konsultan Pengawas DPU

RM. Yudhi Sancoyo (Bupati Blora)

Penyebabnya Terlambat Penetapan APBD


BLORA, SR- Setelah meminta agar insan Pers Blora untuk juga membantu Pemkab dalam fungsi kontrol, melalui pemberitaan khusunya dalam pelaksanaan APBD, Bupati Blora meminta agar Para wartawan bekerja secara professional. Artinya pemberitaan haruslah seimbang dalam penulisannya.


Saat ditanya wartawan tentang adanya beberapa permasalahan proyek pada anggaran tahun ini, Yudhi menjawab Akibat terlambatnya penetapan APBD.


Bupati Blora juga mengakui adanya kesalahan prosedur dalam penunjukan konsultan pengawas proyek Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Blora. Untuk itu, Bupati akan memberi sanksi administratif berupa teguran kepada DPU Blora.


"Saya tidak menemukan indikasi dugaan korupsi dalam kasus tersebut. Yang ada hanyalah kesalahan prosedur penunjukan yang masuk dalam ranah pelanggaran administratif," kata Yudhi di Blora, Kamis (10/12).


Pernyataan itu terkait kasus penunjukan konsultan pengawas proyek yang diungkap Koalisi LSM Blora.


Bahwa penunjukan itu tidak sesuai prosedur karena dilakukan pada saat proyek sudah berjalan, bahkan nyaris rampung.


Koalisi LSM tersebut meminta Kepolisian Resor Blora mengusut kasus yang berpotensi sebagai tindak pidana korupsi.


Para konsultan pengawas yang menerima "amplop" berisi kertas bertuliskan nama proyek dan besaran jasa pengawasan dinilai tidak akan bekerja optimal.


Menurut Yudhi, kasus itu tidak terlepas dari keterlambatan penetapan APBD 2009, yaitu pada akhir Juni 2009. Akibatnya, seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) panik.


"Kerja pemerintahan tidak beraturan karena pelaksanaan pembangunan sangat mepet. Terjadilah fenomena semacam itu. Padahal, seharusnya itu dapat dihindari," kata Yudhi.(Roes)

Sabtu, 19 Desember 2009

Jelang PILBUP Blora

Peta Politik Kandidat Cabup dan Cawabup Berubah

 

BLORA,SR- Namanya politik maka setiap detikpun biasanya ada perubahan-perubahan. Seperti wacana yang beredar dimasyarakat Blora mulai ramai perbincangan siapa kandidat Cabup dan Cawabup Blora mendatang.

    

Seperti yang diwacanakan masyarakat mundurnya Hestu Subagyo kandidat cawabup pasangan dari incumbent Yudhi Sancoyo, ternyata tidak benar.

    

Pernyataan tetap tampilnya Hestu Subagyo sebagai Cawabup dikatakan Yudhi Sancoyo sendiri ketika ditemui disela-sela deklarasi Barongan Blora Sabtu (19/12) lalu.

 

“Ya jelas maju terus, bahkan kemarin malam (18/12) pak Hestu menghubungi saya bahwa dirinya tetap bersedia menjadi cawabup,” ungkap Yudhi.

    

Sementara perubahan wacana yang lain adalah akan bergabungnya Sutikno ( mantan dirut PGN) dan Joko Nugroho (Kokok) menjadi satu pasangan yang akan diusung partai demokrat.

 

“Kami sangat mendukung pasangan Sutikno sebagai cabup dan Djoko Nugroho sebagai cawabup untuk menandingi populeritas Yudhi Sancoyo yang sudah start awal, karena dia seorang bupati,” kata sumber yang minta namanya tidak disebut.

    

Padahal sebelumnya di kalangan Nahdliyin sudah muncul wacana Sutikno sebagai cabup dan Abu Nafi sebagai cawabup yang akan diusung Partai Demokrat dengan dukungan NU.

    

Sementara beberapa nama belakangan ini muncul akan meramaikan Pilbup 2010 diantaranya Sunarto, Colbert Mangara Tua, Warsit, Sri Yuliani, Setiaji dan Rubiyanto tak ketinggalan Basuki Sujono mantan Plt Sekda.

    

Nama Basuki Sujono-lah yang saat ini menjadi primadona, karena beberapa kandidat Bancabup berusaha mendekatinya.

 

“Hampir semua guru di Blora tentunya kenal dengan pak Basuki Sujono, orangnya sederhana dan dapat diterima di semua kalangan dan bias ngemong kami.

 

Karena dalam pergaulanya saat beliau menjabat kadiknas tidak memandang jabatannya sebagai kadiknas dengan para  guru,” jelas 3 guru Cepu yang minta namanya dirahasiakan.

    

Namun harapan para guru tersebut nampaknya tidak mungkin terwujud, setelah SR menemui langsung Basuki Sujono di kediamannya Selasa (15/12) lalu.

 

Kepada SR di mengatakan sudah puas menjabat dipemerintahan dan ingin dimasa tuanya terfokus pada keluarga.

 

“Memang benar saya telah didatangi 3 orang bacabup yang sering muncul di Koran, agar saya bersedia jadi wakilnya. Saya Jawab tegas, saya tidak mau dan tidak akan terjun politik, hanya ingin bahagia bersama keluarga terutama cucu saya ini ,” tegas Basuki Sujono dengan menunjukan sang cucu yang duduk disampingnya.(Roes)

Kamis, 17 Desember 2009

Ki Entus DALANG MBELING

Ki Enthus obati rindu warga Blora

 

BLORA, SR- Lama tidak tampil di Blora, dalang vokal Ki Entus Susmono, kemarin, menghibur ribuan warga kota sate dalam penampilannya di alun-alun kota setempat. Dalang asli Tegal itu tampil atas undangan Mobil Cepu Ltd (MCL), anak perusahaan Exxonmobil Oil yang berkantor di Cepu.

 

Sejumlah pejabat di operator Blok Cepu (MCL) hadir di arena hiburan wayang kulit antara lain Peter Hiskins, Operations Superintendent MCL, serta Manajer Deve- lopment Arti Sudarsono. Pentas ini dalam rangka memperingati Hari Jadi Blora ke-260.

 

Dalang nyeleneh itu menammpilkan lakon Semar Mbangun Catur W (wareg, waras, wasis dan wilujeng). Namun, bukan Entus namanya kalau tidak bisa memainkan lakon yang dia buat sendiri.

 

Bahkan sejak pentas pukul 21.00 sampai pukul 04.00, ribuan warga Blora betah duduk di Alun-alun Blora karena tertarik dengan kepiawaian Enthus dalam mencampuraduk cerita dan ocehan- ocehan banyol nakalnya.

 

Sempat diterpa hujan lebat tak menghalangi penampilan kontroversinya. Sindiran dan kritik yang dirindukan warga Blora dia lontarkan vulgar, bahkan kekonyolannya menambah para penonton betah, termasuk deretan pejabat Blora seperti Bupati RM Yudhi Sancoyo, Ketua DPRD H Maulana Kusnanto, Sekda H Bambang Sulistya, serta seumlah pejabat pemkab lainnya.

 

Di awal acara, dengan didampingi para pejabat MCL dan pejabat pemkab, bupati menyerahkan tokoh Semar kepada Enthus. Penyerahan tokoh wayang yang menjadi pemeran utama dan pegelaran itu sebagai tanda dimulai pertunjukkan. (Roes)

Selasa, 15 Desember 2009

PELAJAR ASING

Workshop RSBI di Maleysia dan China

SMAN 1 Blora akan dikunjungi Pelajar Maleysia


BLORA, SR- Sebanyak 50 Kepala Sekolah SMA dan 32 Kadinas dan Guru Indonesia, awal Desember lalu tepatnya tanggal 3 sampai 7 mengadakan study banding sekaligus sebagai work shop kedua Negara Asia.

Maleysia; Usai seminar pendidikan di Malaysia tak lupa para Kasek RSBI berpose bersama Narasumber yang juga dosen universitas di Maleysia


Kedua Negara yang dikunjungi adalah Maleysia dan China, sebagai upaya penjajakan kerjasama dengan sekolah berstatus RSBI di Indonesia.


SMA Negeri I Blora yang berstaus RSBI ini berkesempatan ikut workshop internasional diwakili kasek Niyadi kepada SR menuturkan dikedua Negara tersebut dirinya dan seluruh peserta mengadakan seminar Internasional.


“Disamping seminar, kami juga melakukan penjajakan kerjasama sitter school terutama dengan Maleysia,” tutur Niyadi.


Artinya lanjut Niyadi, pada tahun depan beberapa sekolah di Maleysia akan mengunjungi sekolah RSBI yang ada di Indonesia, termasuk juga SMAN 1 Blora.

Sedang lawatan ke China disamping seminar juga mengunjungi beberapa sekolah unggulan di negeri tirai bambu ini.


“Hebatnya di China hampir setiap SMA disana, dibekali dengan berbagai ketrampilan disegala bidang, baik perdagangan, produksi ataupun otomotif,” jelas Niyadi.


Dampak inilah menurut kasek SMAN 1 Blora, secara tidak langsung dapat membawa perubahan perekonomian China cepat berkembang hebat.


Niyadi juga menambahkan disamping berhasil menjalin hubungan dengan sekolah luar negeri tersebut, dia juga menjalin kerjasama dengan 10 sekolah unggulan di Indonesia.


“Setiap tahun mulai tahun depan beberapa sekolah unggulan di Indonesia, akan rutin mengadakan kunjungan siswanya ke SMAN 1 Blora.Begitu juga kami akan mengirimkan siswa ke 10 sekolah unggulan di Indonesia sekaligus sebagai study banding para siswa,” tambah Niyadi.(Roes)