

REPUBLIKA.CO.ID,SLEMAN – Juru Kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan akhirnya ditemukan tewas oleh tim penyelamat yang diterjunkan sejak Rabu (27/10) dinihari. Jasadnya sekitar pukul 06.05 berhasil dievakuasi dari lereng Gunung Merapi tepatnya di Desa Kinahrejo Kecamatan Cangkringan, Sleman atau berjarak sekitar 6 km dari puncak Merapi.
Keterangan yang dihimpun Republika, jenasah Mbah Maridjan ditemukan dalam kondisi sujud di dalam kamarnya. Ia masih mengenakan baju batik, kopiah warna putih serta sarung. Diduga saat bencana wedhus gembel datang yang bersangkutan sedang shalat.
Kabag Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Heru Trisno Nugroho membenarkan salah satu jenasah yang dikirim ke rumah sakitnya adalah Mbah Maridjan. Bintang iklan yang terkenal dengan kalimat Roso-roso itu dikirim sudah dalam kondisi tidak bernyawa. ‘’Tubuhnya sedang bersujud,’’ kata Heru kepada Republika.
Bersiap patah hatilah bagi Anda para wanita yang mengagumi sosok vokalis Ungu, Sigit Purnomo atau Pasha Ungu. Pasalnya, Pasha kini sudah memiliki kekasih yang yang diketahui bernama Adelia. Wanita yang terlihat cantik ini sesekali terdengar memanggil Pasha dengan panggilan Aa'.
Mantan suami Okie Agustina itu pun mulai unjuk diri dengan menggandeng sang pacar dan go publik di depan wartawan yang berupaya meminta konfirmasinya.
"Saya nggak tahu ngomong apa, apa dong, saya bingung mulainya. Namanya Adelia, dan dia temen deket sama saya," ujar Pasha ditemui usai manggung di acara Gempita 20 tahun SCTV, di Pantai Karnaval, Ancol, Jakarta Utara (24/8) malam.
Pasha mengaku jika dirinya memang belum terlalu lama mengenal sosok Adelia. Namun dirinya sudah bisa menilai jika sang pacar memiliki sifat yang baik.
"Saya memang baru kenalnya dan tak lama. Saya dikenalin sama teman, baru banget pokoknya. Ya dia orangnya baik dan menyenangkan," ujar ayah dua orang anak ini.
Lalu, apakah Adelia adalah tambatan terakhirnya dan akan segera dinikahinya? "Belum tahu ya, Insya Allah mudah-mudahan, doakan saja, karena yang membuat kita seperti ini, sebenarnya kenyamanan, bisa mengerti lah satu sama lain," ujar Pasha. (kpl/adt/faj)
TWC diikuti siswa mulai tingkat playgroup (PG) hingga kelas VI SD. Dalam kegiatan itu, siswa, guru, dan orang tua duduk di satu meja. Mereka membahas capaian yang diinginkan siswa selama setahun ke depan serta strategi untuk mencapainya.
Liputan6.com, Jakarta: Mantan aktivis 80-an Syahganda Nainggolan meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY agar Insaf karena rakyat terlalu lama mengharapkan hidup layak. Sebab, rakyat membutuhkan presiden yang mau mendengarkan curhat (curahan hati) rakyatnya. Bukan presiden yang mau didengar curhatnya. Demikian disampaikan Ketua Dewan Direktur Sabang Merauke Circle (SMC) saat pidato peluncuran SMC di Jakarta, Kamis (29/7).
Tak hanya itu, pengamat politik dan kandidat Doktor Universitas Indonesia tersebut sekaligus mengingatkan pemerintah dan elite-elitenya, serta anggota DPR untuk insaf di tengah kesusahan rakyat yang belum sejahtera ini. Mantan anggota Tim Sukses SBY itu mengatakan pula, saat ini demokrasi Indonesia adalah demokrasi ala BLT (Bantuan Langsung Tunai) dan pencitraan yang hanya lima tahunan. "Mari insaf, rakyat sudah terlalu lama mengharapkan kelayakan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara," ucap mantan Direktur Eksekutif Center for Information and Development Studies (Cides) itu.
Untuk itu, menurut Syahganda, kehadiran SMC dapat memberi sorotan yang komprehensif menyangkut persoalan serius nasionalisme di tengah masyarakat luas. Tentunya, dengan penuh keprihatinan serta kejujuran. Dengan demikian, nasionalisme diharapkan tidak berada dalam persoalan kritis dan nasib rakyat bisa dimartabatkan.(ANS)

"Luna hanya wajib lapor saja, berkas belum ada. Kita akan bereskan dulu berkas Ariel. Setelah itu kita urus berkas Luna dan Cut Tari . Berkas Ariel yang penting, dia yang didahulukan. Berkas dari Mabes Polri semua ke Jampidsus," kata salah satu penyidik di Bareskrim Mabes Polri, Kamis (21/7/2010).